Selasa, 26 Agustus 2008

Jenis-jenis Laporan Keuangan

Menurut PSAK No.1, laporan keuangan terdiri atas:

1. Neraca;

2. Laporan Laba-Rugi;

3. Laporan Arus Kas;

4. Laporan Perubahan Ekuitas;

5. Catatan atas Laporan Keuangan.

Laporan keuangan bagi perusahaan yang telah lama berdiri, disajikan secara komparatif dengan tahun sebelumnya. Penyajian laporan secara komparatif memberikan gambaran perusahaan saat ini dan perkembangannya.

Ad.1. Neraca (balance sheet)

Neraca adalah laporan tentang posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu seperti yang tertera dalam neraca. Jadi kondisi yang dijelaskan dalam neraca adalah kondisi pada tanggal tertentu. Neraca menunjukkan posisi keuangan pada waktu tertentu. Artinya saldo pada tanggal tertentu. Biasanya Neraca dibuat per 31 Desember, atau tiap akhir bulan. Pada perusahaan tertentu sudah dapat menyajikan neraca harian.

Neraca terdiri atas hak (sumber daya) perusahaan dan kewajiban (asal sumber daya) perusahaan. Kontribusi/setoran oleh pemilik dianggap sebagai “kewajiban” yang sifatnya “abadi” oleh perusahaan. Sebab dalam konteks akuntansi/perseroan terbatas, perusahaan terpisah dari pemiliknya. Pemilik hanya merupakan salah satu pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan.

Menurut SAK, komponen Neraca adalah:

1. Aktiva (asset) yang terdiri atas Aktiva Lancar, Aktiva Tetap, dan Aktiva Lain-lain;

2. Kewajiban (liability) dan Ekuitas (equity). Kewajiban yang terdiri atas Kewajiban Jangka Pendek & Kewajiban Jangka Panjang. Ekuitas adalah hak pemilik baik dari setoran modal ataupun laba yang belum dibagi.

Pada sisi aktiva, neraca dikelompokkan sesuai urutan yang paling lancar. Pengertian paling lancar disini adalah kemampuan aktiva tersebut untuk dikonversi menjadi uang kas. Dengan aturan demikian maka penggolongan aktiva dalam neraca adalah:

1. Aktiva Lancar. Dalam aktiva lancar, aktiva dikelompokkan berdasarkan urutan yang paling lancar. Aktiva lancar disini adalah aktiva yang paling mudah dan cepat untuk dijadikan uang/kas. Pengelompokkan yang umum adalah: kas, piutang dagang, persediaan, investasi. Kas adalah aktiva yang paling likuid sehingga ditempatkan pada bagian paling atas.

2. Aktiva Tetap. Aktiva tetap adalah investasi pada tanah, bangunan, kendaraan, dan peralatan yang lain yang dilakukan oleh perusahaan. Aktiva tetap disusun berdasarkan urutan yang paling tidak likuid (lancar). Jadi pada aktiva tetap, urutan yang paling atas adalah tanah, kemudian bangunan, mesin-mesin dan peralatan, kendaraan.

3. Aktiva Lain-lain. Aktiva lain-lain adalah investasi atau kekayaan lain yang dimiliki oleh perusahaan. Isi dari pos aktiva lain-lain adalah kekayaan atau investasi yang tidak bisa dikelompokkan dalam aktiva lancar dan aktiva tetap.

Sisi lain dari neraca adalah kewajian dan ekuitas. Kewajiban adalah hak dari pemberi hutang (kreditor) terhadap kekayaan perusahaan, sedangkan ekuitas adalah hak pemilik atas kekayaan perusahaan. Pos-pos dalam sisi ini dikelompokkan sesuai dengan besar kecilnya kemungkinan hak tersebut akan dibayarkan. Semakin besar kemungkinan hak atas perusahaan dibayar, semakin atas urutannya dalam neraca. Pembagian dalam sisi kewajiban dan ekuitas dalam neraca adalah:

1. Kewajiban Jangka Pendek. Kewajiban jangka pendek adalah kewajiban kepada pihak kreditur yang akan dibayarkan dalan jangka waktu satu tahun ke depan. Komponen kewajiban jangka pendek diantaranya adalah hutang dagang, hutang gaji, hutang pajak, hutang bank yang jatuh tempo dalam satu tahun, hutang lain-lain;

2. Kewajiban Jangka Panjang. Kewajiban jangka panjang adalah kewajiban yang akan dibayarkan dalam jangka waktu lebih dari satu periode akuntansi atau satu tahun. Komponen kewajiban jangka panjang ini meliputi hutang bank, hutang obligasi, hutang wesel, hutang surat-surat berharga lain;

3. Ekuitas. Ekuitas adalah hak pemilik atas perusahaan. Hak pemilik akan dibayarkan hanya melalui deviden kas atau deviden likuidasi akhir. Komponen ekuitas pemilik ini meliputi modal saham baik biasa maupun preferen, cadangan, laba ditahan, dan laba tahun berjalan.

PSAK No.1 menyebutkan bahwa, neraca minimal mencakup pos-pos berikut:

a. Aktiva berwujud

b. Aktiva tidak berwujud

c. Aktiva keuangan

d. Kas dan setara kas

e. Investasi yang diperlakukan dengan metode ekuitas

f. Persediaan

g. Piutang usaha dan piutang lainnya

h. Hutang usaha dan utang lainnya

i. Kewajiban yang diestimasi

j. Kewajiban jangka panjang

k. Hak minoritas, dan

l. Modal saham dan pos ekuitas lainnya.

Pembagian lancar/tetap dan jangka pendek/jangka panjang didasarkan pada satu tahun buku atau disebut periode akuntansi. Jadi hutang bank yang jatuh tempo pada tahun berikutnya, dikelompokkan ke dalam kewajiban jangka pendek. Sisanya yang jatuh tempo dua tahun kemudian atau lebih dikelompokkan ke dalam kewajiban jangka panjang.

Kewajiban maknanya lebih luas daripada hutang, bisa meliputi hutang dan kewajiban lainnya, misalnya pendapatan diterima dimuka. Pengertian ekuitas lebih luas dari modal, karena ekuitas meliputi modal disetor, laba ditahan, cadangan (jika ada), agio/disagio saham.

Akun-akun neraca dicatat berdasarkan akrual. Artinya transaksi dicatat jika telah terjadi perpindahan hak dan kewajiban, meskipun uang atau kasnya belum diterima.

Ad. 2. Laporan Laba-rugi (income statement)

Laporan laba-rugi (atau untuk lembaga non-profit disebut Laporan Sisa Hasil Usaha) merupakan akumulasi aktivitas yang berkaitan dengan pendapatan dan biaya selama periode waktu tertentu, misalnya bulanan atau tahunan. Untuk melihat periode waktu yang dilaporkan, maka pembaca laporan laba-rugi perlu memperhatikan kepala (heading) pada laporan tersebut.

Komponen laporan laba-rugi adalah:

1. Pendapatan/Penjualan (dari usaha utama);

Pendapatan atau penjualan adalah hasil penjualan produk atau jasa utama yang dihasilkan perusahaan kepada pelanggan.

2. Harga Pokok Penjualan;

Harga pokok penjualan merupakan biaya produksi sesungguhnya dari produk atau jasa yang djual pada periode tersebut.

3. Biaya Pemasaran;

Biaya pemasaran adalah biaya yang dikeluarkan untuk memasarkan produk dan jasa yang dihasilkan pada periode tersebut, misalnya biaya iklan, biaya gaji salesman, dan biaya promosi.

4. Biaya Administrasi dan Umum;

Biaya administrasi dan umum adalah biaya yang dikeluarkan untuk keperluan administrasi dan umum perusahaan. Contohnya adalah biaya gaji direksi, biaya penyusutan, biaya perlengkapan kantor, dan biaya telepon.

5. Pendapatan Luar Usaha (Non Operasional)

Pendapatan luar usaha atau non operasional adalah pendapatan yang diperoleh bukan dari bisnis utama perusahaan, misalnya keuntungan penjualan aktiva tetap, bunga bank bagi perusahaan non bank, dan lain-lain.

6. Biaya Luar Usaha (Non Operasional).

Biaya luar usaha adalah biaya yang dikeluarkan untuk aktivitas yang bukan dari bisnis utama. Contoh biaya ini adalah biaya bunga bank, dan biaya sumbangan.

SAK menyebutkan Laba-rugi memberikan gambaran kinerja operasional perusahaan. Laporan laba-rugi juga dicatat dengan dasar akrual. Dengan pembagian seperti di atas, maka pembaca laporan keuangan yang jeli dapat menangkap permasalahan yang terjadi pada bagian-bagian perusahaan. Misalnya, jika harga pokok penjualan terlalu tinggi, maka permasalahan terjadi pada bagian produksi. Jika pandapatan luar usaha terlalu tinggi, biasanya banyak kas menganggur. Atau sebaliknya jika biaya luar usaha terlalu tinggi, biasanya perusahaan banyak menggunakan pembiayaan dari hutang/bank. Dengan memperbandingkan antar nilai pada neraca, dapat ditemukan tanda-tanda permasalahan.

Ad.3. Laporan Arus Kas (cash flow)

Laporan ini menggambarkan perputaran uang (kas dan bank) selama periode tertentu, misalnya bulanan atau tahunan. Laporan arus kas terdiri atas:

1. Kas dari/untuk kegiatan operasional;

Kas dari/untuk kegiatan operasional adalah kas yang diperoleh dari penjualan, penerimaan piutang dan untuk pembayaran hutang usaha, pembelian barang, dan biaya lainnya.

Aktivitas operasi adalah aktivitas pengdapatan utama perusahaan (principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan apakah dari operasi perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar dividen dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan pada sumber pendanaan dari luar. Contoh arus kas dari aktivitas operasi adalah:

a. Penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa

b. Penerimaan kas dari royalti, fees, komisi, dan pendapatan lain

c. Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa

d. Pembayaran kas kepada karyawan

e. Penerimaan dan pembayaran kas oleh perusahaan asuransi sehubungan dengan premi, klaim, anuitas, dan manfaat asuransi lainnya

f. Pembayaran kas atau penerimaan kembali (restitusi) pajak penghasilan kecuali jika dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dari aktivitas pendanaan dan investasi

g. Penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak yang diadakan untuk tujuan transaksi usaha dan perdagangan.

2. Kas dari/untuk kegiatan investasi;

Kas dari/untuk investasi adalah kas dari penjualan aktiva tetap dan untuk pembelian aktiva tetap atau investasi pada saham atau obligasi.

Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas. Arus kas dari aktivitas investasi mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan arus kas masa depan. Contoh arus kas dari aktivitas investasi adalah:

a. Pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap, aktiva tak berwujud, dan aktiva jangka panjang lain, termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan aktiva tetap yang dibangun sendiri

b. Penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan dan peralatan, aktiva tak berwujud, dan aktiva jangka panjang lain

c. Perolehan saham atau instrumen keuangan perusahaan lain

d. Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta pelunasannya (kecuali yang dilakukan oleh lembaga keuangan)

e. Pembayaran kas sehubungan dengan futures contracts, forward contracts, option contracts dan swap contracts kecuali apabila kontrak tersebut dilakukan untuk tujuan perdagangan (dealing or trading), atau apabila pembayaran tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.

3. Kas dari/untuk kegiatan pendanaan.

Kas dari/untuk pendanaan adalah kas berasal dari setoran modal, hutang jangka panjang/bank, laba ditahan yang dikonversi ke dalam modal dan untuk pengembalian modal, membayar dividen, membayar pokok hutang bank.

Aktivitas pendanaan (financing) adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan. Contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan adalah:

a. Penerimaan kas dari emisi saham atau instrumen modal lainnya

b. Pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau menebus saham perusahaan

c. Penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotok, dan pinjaman lainnya

d. Pelunasan pinjaman

e. Pembayaran kas oleh penyewa guna usaha (leasee) untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa guna usaha pembiayaan.

Seringkali perusahaan memperoleh laba, namun pemilik atau manajer bertanya-tanya “kok saldo kasnya kecil (misalnya Rp200 juta) padahal labanya besar (misalnya Rp1 miliar)?” Dengan mengamati laporan arus kas, pertanyaan semacam itu dapat terjawab.

Ad. 4. Laporan Perubahan Ekuitas (Statement of Change of Equity)

Laporan Perubahan Ekuitas menjelaskan perubahan modal, laba ditahan, agio/disagio. Laporan ini menggambarkan saldo dan perubahan hak si pemilik yang melekat pada perusahaan. Istilah ditahan sering berkonotasi negatif, dalam hal ini artinya masih belum dibagi.

PSAK No. 1 menyebutkan bahwa peusahaan harus menyajikan laporan perubahan ekuitas sebagai komponen utama laporan keuangan, yang menunjukkan:

a. Laba atau rugi bersih periode bersangkutan

b. Setiap pos pendapatan dan beban, keuntungan atau kerugian beserta jumlahnya yang berdasarkan PSAK yang terkait diakui secara langsung dalam ekuitas

c. Pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan perbaikan terhadap kesalahan mendasar sebagaimana diatur dalm PSAK terkait

d. Transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik

e. Saldo akumulasi laba atau rugi pada pada awal dan akhir periode serta perubahannya

f. Rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing-masing jenis modal saham, agio saham dan cadangan pada awal dan akhir periode yang mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan.

Ad. 5. Catatan atas Laporan Keuangan

Isi catatan ini adalah penjelasan umum tentang perusahaan, kebijakan akuntansi yang dianut, dan penjelasan tiap-tiap akun neraca dan laba-rugi. Bilamana penjelasan tiap akun neraca dan laba-rugi masih perlu dirinci, maka dijabarkan dalam lampiran.

Penjelasan umum tentang perusahaan memerinci nama perusahaan, bentuk badan hukum, apakah badan hukum telah mendapat persetujuan dari pihak berwenang misalnya Menkeh & HAM untuk pendirian PT, Depkop untuk Koperasi, Depkeu dan BI untuk operasional Bank, nama dan jumlah kepemilikan, nama anggota Komisaris dan Direksi, bidang usaha dan lain-lain yang diperlukan.

Kebijakan akuntansi menjelaskan kapan periode akuntansinya, metode pencatatan, metode pengakuan pendapatan, metode pengakuan aktiva tetap dan penyusutannya, dan sebagainya. Dalam akuntansi banyak metode yang diperbolehkan dalam standar. Akuntan perusahaan memilih metode yang paling tepat untuk perusahaan. Keputusan memilih harus mendapat persetujuan dari direktur/manajer puncak.

Penjelasan tiap-tiap akun merinci akun-akun dalam neraca dan laba-rugi. Dengan membaca perincian ini akan dapat dilihat bagaimana perilaku akun secara lebih detail. Dalam penjelasan per akun akan diinformasikan berbagai hal, misalnya tingkat suku bunga hutang bank dan sebagainya.

SAK mengatur bagaimana akun harus disajikan, penjelasan apa saja yang harus ada, bagaimana mengukurnya, kapan perusahaan mengakui aktiva, hutang, pendapatan dan biaya. Untuk industri tertentu diatur khusus, misalnya bank, koperasi, dana pensiun dan lain sebagainya.

1 komentar:

rsatya mengatakan...

tnks,. ya...
membantu banget buar tugas gue...
reg
rsatya